Prof Tria “Makan Bergizi Gratis di Tambah Susu Dapat Mencerdaskan dan Mencegah Stunting Pada Anak Dari Usia Balita, SD dan SMP.
Jakarta,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah saat ini bertujuan gizi anak usia sekolah untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Program ini menargetkan lebih dari 80 juta penerima manfaat pada tahun 2029. Susu menjadi komponen utama dalam program ini karena kandungan nutrisinya yang sangat penting untuk pertumbuhan anak. Namun, keterbatasan produksi susu dalam negeri dan berbagai pertimbangan lain menimbulkan tantangan dalam penyediaan susu dalam program MBG.
Akhirnya muncul ide untuk mengganti susu dengan sumber protein lain seperti susu ikan atau daun kelor. Ide itu pun mendapat kritikan, meski alternatif lebih murah, kandungan nutrisinya tidak dapat sepenuhnya menggantikan susu. Zat besi dalam daun kelor, misalnya, sulit diserap tubuh. Oleh karena itu, susu tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi pemenuhan gizi anak.
Selain menghadapi persoalan penyediaan susu, pemilihan jenis susu yang tepat juga tidak boleh dikesampingkan. Susu untuk program MBG harus mengandung nutrisi lengkap dan sesuai untuk anak-anak.
Maka dari itu, edukasi kepada masyarakat dan media sangat penting untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya susu dan perbedaan kandungan nutrisi di antara berbagai jenis susu. Dengan demikian, program MBG dapat berjalan efektif dan mencapai tujuannya dalam mewujudkan generasi emas 2045.
Forum Wartwan PMK Kesehatan menggelar acara Workshop Media di Rumah Wijaya, Melawai, Jakarta Selatan pada Rabu, 15 januari 2025.
Pakar Gizi Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Tria Astika Endah mengatakan wacana menggantikan susu dengan sumber protein lainnya tidak tepat.
Dia menyebut susu dapat memberikan kesehatan yang berbeda dari pangan nabati seperti daun kelor, bahkan pangan hewani lainnya, yang dapat sangat sulit digantikan dalam pola makan sehat.
“Paket gizi yang lengkap dalam susu memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal pada anak-anak,” kata Prof Tria.
Prof Tria mengatakan susu sangat memberi banyak manfaat untuk anak di masa pertumbuhannya. Misalnya seperti kalsium dan fosfor untuk pembentukan tulang usia anak-anak.
“Bahkan susu juga mengandung protein, dan asam lemak esensial seperti omega 3, omega 6, DHA yang diperlukan untuk perkembangan otak,” ujarnya.
Selain kaya nutrisi, susu juga merupakan sumber protein yang disukai oleh siswa. Maka dari itu, Prof. Tria menyebut susu merupakan komponen penting dalam yang semakin dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 mendatang.
“Susu adalah makanan kaya gizi yang lezat, memberikan nilai penting untuk makanan bergizi gratis di sekolah, menyehatkan dan disukai secara umum oleh siswa,” kata Tria.
Susu bukan hanya untuk penambahan gizi yang di perlukan pada pertumbuhan Balita, tetapi juga di butuhkan Oleh ibu hamil pada 10 hari kehidupannya,selain kandungan kandungan gizi yang sdh disampaikan terutama pada asam lemak esensial, omega3, omega6,kalsium yang tinggi.jadi berbagai studi ilmiah secara konsisten itu menunjukkan bahwa ibu yang mengkonsumsi susu rutin setiap hari dengan ibu yang tidak mengkonsumsi rutin atau tidak sama sekali mengkonsumsi itu secara signifikan dari berbagai temparatur menunjukkan hal konsentrial besar dimana konsumsi susu pada saat hamil itu dapat meningkat kan hormon pertumbuhan, jadi janin berkembang lebih baik sehingga peningkatan prekuwensi susu itu sejalan dengan peningkatan pada berat badan pada janin,pada masa kehamilan.lanjut Tria.
Pada usia balita sampai usia SD atau SMP bagaiman tadi tentunya dengan gizi seimbang,tetapi lagi lagi komponen gizi atau kandungan gizi pada susu yang terutama artinya susu bukan satu satunya gizi tetapi yang utama dari berbagai riset sudah terbukti bukan hanya di Indonesia, tetapi itu menjukkan tidak hanya pertambahan berat badan, lalu pencegahan stunting, tetapi ini juga terkait kecerdasan anak.Beberapa riset menunjukkan bahwa peningkatan prekuwensi susu dalam sehari itu menunjukkan pencegahan penurunan stunting atau angka kejadian stunting pada anak.
Seperti yang di katakan pak Prabowo komsusi susu jadi wajib itu mencegah stunting.bahkan di berbagai negara maju pemberian makanan gizi gratis bukan hanya saat ini, sudah ada puluhan tahun,itu menujukkan hal yang konsisten.
Sekitar 4 Provinsi sebanyak 1420 siswa sekolah dasar itu pada saat di berikan makanan bergizi di tambah susu menunjukkan terjadi treck peningkatan status gizi secara signifikan, artinya kita bisa melihat peningkatan atau perbaikan status gizi dengan pemberian susu yang memeng penting dengan tambahan makanan bergizi gratis, ini bukan hanya menurunkan kasus gizi kurang kita menarik prend dari gizi kurang menjadi baik dari yang lebih menjadi baik.

