Institut Leimena Hadir Dalam Konferensi Parlemen Untuk HAM “Asean Dorong Pendekatan Multidisiplin dalam Beragama, Amin Abdullah Terima Habibie Prize
Jakarta, IL News – Institut Leimena hadir sebagai salah satu peserta dalam pertemuan bertajuk “2024 Parliamentarians Regional Conference in Southeast Asia: on Promoting and Protecting Freedom of Religion or Belief (FoRB)” yang diadakan oleh Parlemen ASEAN untuk HAM (ASEAN Parliamentarians for Human Rights/APHR). Konferensi tersebut diadakan APHR bersama Panel Parlementer Internasional untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (International Panel of Parliamentarians for Freedom of Religion or Belief/IPPFoRB) pada 24-25 Agustus 2024.
Parlemen ASEAN untuk HAM (ASEAN Parliamentarians for Human Rights/APHR) menyerukan komitmen bersama untuk memperkuat toleransi dan kohesi sosial melalui berbagai pendekatan termasuk pendidikan dan literasi agama dan budaya. Hal itu tertuang dalam dokumen “Deklarasi Jakarta” sebagai hasil dari konferensi yang dihadiri oleh sejumlah anggota parlemen dan mantan anggota parlemen dari negara-negara ASEAN, antara lain dari Singapura, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Thailand, dan Indonesia.
Peserta dari Indonesia yang hadir lainnya adalah Direktur Eksekutif APHR sekaligus Wakil Indonesia untuk Komisi HAM Antarpemerintah ASEAN (AICHR), Yuyun Wahyuningrum, anggota DPR RI, Mercy Chriesty Barends, dan dua mantan anggota DPR RI yaitu Eva Kusuma Sundari dan Teguh Juwarno.
“Hasil dari konferensi ini adalah dokumen Deklarasi Jakarta, salah satunya berisi ajakan untuk memperkuat toleransi dan kohesi sosial melalui berbagai pendekatan, termasuk pengembangan kapasitas dan keterlibatan melalui pendidikan, dialog lintas agama yang bermakna, literasi agama dan budaya, serta kebijakan inklusif secara partisipatif,” kata Direktur Program Institut Leimena, Daniel Adipranata, kepada IL News.

