Pemerintah Gelar Evaluasi Stimulus Transportasi Libur Sekolah 2026 Bersama KAI,Pelni dan ADSP
Pemerintah melalui Kemenhub terus berupaya meningkatkan aksesibilitas transportasi publik, salah satunya melalui stimulus diskon tarif transportasi pada moda kereta api, kapal penyeberangan, serta kapal laut selama masa libur sekolah 2026.
Narasumber:
1. Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry;
2. Corporate Secretary PT Pelayaran Nasional Indonesia;
3. Vice President Public Relations PT. KAI.
Untuk mengevaluasi pelaksanaan dan dampak dari kebijakan tersebut, Kemenhub menggelar _media session_ bersama para _stakeholder_ sektor transportasi bertajuk “Wrap-Up Stimulus Transportasi Masa Libur Sekolah: Mendorong Mobilitas, Mengerakkan Ekonomi”.
Media session_ ini menjadi forum untuk memaparkan hasil, tantangan, dan dampak dari stimulus tarif selama periode libur sekolah. Diharapkan dari diskusi ini dapat terlihat secara komprehensif bagaimana kebijakan pemerintah berhasil mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
Evaluasi kebijakan tersebut disampaikan dalam _media session_ “Wrap-Up Stimulus Transportasi Masa Libur Sekolah: Mendorong Mobilitas, Mengerakkan Ekonomi” di Rumah Makan Pangeran, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Juli 2026.
Hadir sebagai narasumber, Vice President Public Relations PT KAI, Corporate Secretary PT Pelayaran Nasional Indonesia/Pelni, dan Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry.
*KAI: Fokus Pelayanan, Keamanan, dan UMKM*
VP Public Relations PT KAI menyampaikan peningkatan pelayanan melalui penerapan “satu penumpang satu tempat duduk” untuk kelas ekonomi komersial dan peremajaan armada _new generation_ berkapasitas 72 kursi. “Dari sisi keamanan juga kita pasang CCTV di setiap gerbong untuk menjamin keamanan penumpang,” ujarnya.
KAI juga mencatat dampak positif ke UMKM. “Di Stasiun Pasar Senen ataupun di Stasiun Gambir banyak terdampak UMKM. Dari mulai bakwan, bihun, kopi, susu. Kita juga memperhatikan pengusaha-pengusaha UMKM untuk bisa berwirausaha di stasiun-stasiun,” ungkapnya.
*Pelni: Pelayanan Terbaik Tetap Dijaga dan Konsumsi Penumpang Naik*
Corporate Secretary PT Pelni menegaskan tidak ada penurunan kualitas layanan meski ada diskon. “Pelayanan tidak ada yang berubah di Pelni walaupun ada diskon kami tetap memberikan pelayanan yang terbaik Pak mulai dari nahkoda dan kru kapal tetap memberikan pelayanan terbaik selama di atas kapal,” katanya.
Stimulus juga berdampak pada peningkatan konsumsi. “Dengan biaya tiket kapal Pelni yang lebih hemat kami juga mencatat pengeluaran penumpang di atas kapal juga mengalami peningkatan. Di atas kapal kami kan juga ada fasilitas kafe, tarian, fasilitas-fasilitas umum lainnya yang berbayar dan itu memang tercatat adanya peningkatan,” jelasnya.
*ASDP: Digitalisasi, Peningkatan Kapasitas, dan Layanan Express*
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry menyoroti penguatan layanan melalui digitalisasi dan peningkatan kapasitas. “Paling gampang indikatornya adalah seberapa banyak orang yang ada di sana, peningkatan sistem yang di sana. Kebetulan saya nggak boleh digitalisasi. Per tahun ini kami meningkatkan kapasitas _voice customer_ kami, bahkan kami mulai memisahkan _voice customers_ untuk retail, semua B to B ini,” ujarnya.
ASDP juga meningkatkan _customer journey_ demi menjaga _after sales_. “Terus juga kalau Bapak lihat di berita-berita sebelumnya kita udah rilis juga peningkatan capacity, pembukaan _express 2_ untuk memenuhi kebutuhan customer terhadap pelayanan tambahan dan di beberapa lintasan Gilimanuk kita udah lempar itu semuanya. Satu tujuan supaya tetap peningkatan pendapatan, peningkatan produksi, seiring juga peningkatan layanan. Alat produksinya dikencengin, layanan _people process_-nya juga ditambahin,” tambahnya.
*Penutup*
Ketiga BUMN transportasi ini sepakat bahwa stimulus tarif tidak hanya berhasil meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pelayanan, digitalisasi, dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Mnrn
*
