Uhendi Haris Gapkindo:Petani Turun,Ekspor Karet 40 RB Eksportir Terancam
,
JAKARTA, 14 September 2026 – Asosiasi Pengusaha Karet Rakyat Indonesia (Apkarindo) resmi mengukuhkan kepengurusan periode baru dalam acara yang berlangsung di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Pengukuhan ini dihadiri jajaran Kementerian Pertanian, Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo), serta perwakilan pengurus Apkarindo dari berbagai daerah. Kehadiran pengurus baru diharapkan mampu menjadi jembatan yang lebih kuat antara petani, industri, dan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Unhendi Haris, Asisten Eksekutif Direktur Gapkindo, menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan industri karet saat ini.
“Anak-anak muda-muda yang ingin bekerja untuk petani karet, ya. Tadi dari sisi pemerintah juga ada dorongan, karena ini gayanya harus bersama-sama. Tapi di belakangnya kan banyak masalah, kendala, tantangan yang harus dihadapi secara bersama-sama juga,” ujar Unhendi.
Ia menyoroti bahwa perhatian pemerintah terhadap sektor karet rakyat masih perlu ditingkatkan, terutama di daerah.
“Cuma kadang dari pemerintah ini kurang terlalu diperhatikan. Mereka kan lebih pilih yang lain. Makanya perlu adanya perhatian pemerintah di seluruh daerah-daerah, termasuk soal modernisasi,” lanjutnya.
Unhendi juga menyinggung data jumlah eksportir karet nasional yang mencapai sekitar 40 ribu. Menurutnya, dorongan ekspor harus diimbangi dengan penguatan di tingkat hulu, yaitu petani.
“Kalau ekspor, kita butuh dorongan, karena ujungnya dari sisi petani. Bukan hanya dari sisi pemerintah, bukan hanya dari industri. Kalau industri, siap semua. Kenapa ini terjadi? Karena bahan olah yang digunakan berasal dari petani. Dan sekarang petani mengalami penurunan,” jelasnya.
Menutup wawancara, Unhendi berharap pengukuhan Apkarindo ini menjadi komitmen bersama untuk membenahi ekosistem karet nasional.
“Ya mudah-mudahan ini jadi komitmen kita semua. Harus, petani juga harus siap,” tutupnya.
Kepengurusan Apkarindo yang baru diharapkan dapat fokus pada 3 agenda utama: peningkatan produktivitas petani, penguatan kelembagaan, dan penyesuaian terhadap standar keberlanjutan pasar ekspor. Dengan sinergi bersama Gapkindo dan dukungan pemerintah, diharapkan kesejahteraan petani karet rakyat dapat meningkat dan daya saing karet Indonesia di pasar global semakin kuat.
Arny
