PT Lion Metal Works TBK Menyetujui Penetapan Penggunaan Keuntungan Dan Pembagian Deviden 2024

Laporan MinarniDjufri
Jakarta – Pada hart Ini, Rabu, tanggal 25 Juni 2025, PT LION METAL WORKS Tbk telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di Hotel DoubleTree by Hilton Jakarta Kemayoran,

Pada tahun 2024 penjualan neto Perseroan sebesar Rp425,42 miliar menurun 5,91Y6

dibanding tahun 2023, dan laba neto sebesar Rp10,57 miliar tumbuh sebesar 59,46Y6 dibandingkan tahun 2023.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyetujui antara lain :

Menyetujui penetapan penggunaan keuntungan antara lain :

a. Pembagian dividen tunai sebesar RpS,setiap saham atau sebesar Rp2.600.800.000,Yang akan dibayarkan atas 520.160.000 lembar saham

b. Sebesar Rp200.000.000,(Dua ratus juta rupiah) disisihkan sebagai cadangan untuk memenuhi pasal 70 ayat 1 UUPT

C. Sisa laba bersih setelah dikurangin dengan dividen tunai dan cadangan sebesar Rp7.765.613.516,seluruhnya dimasukan sebagai laba ditahan Perseroan.

2 Menyetujui menunjuk Kantor Akuntan Publik “Teramihardja, Pradhono & Chandra” yang akan mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan untuk tahun buku 2025 dan memberi wewenang sepenuhnya kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan Kantor Akuntan Publik Pengganti dalam hal Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk tersebut karena sebab apapun tidak dapat menyelesaikan audit atas Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan tahun buku 2025.

3 Menyetujui mengangkat kembali seluruh anggota Direksi sebagai berikut:

Direksi :

– Tn. Cheng Yong Kim sebagai Direktur Utama

– Tn. Lim Tai Pong sebagai Direktur

– Tn. Ir. Krisant Sophlaan Msc sebagai Direktur

– Tn. Tjoe Tjoe Peng/Lawer S sebagai Direktur

– Tn. Cheng Zhi Wei sebagai Direktur Dengan demikian susunan Direksi Perseroan terhitung sejak ditutupnya rapat ini sampai dengan penutupan RUPS Tahunan yaitu RUPS tahun buku 2027 yang akan diselenggarakan tahun 2028. Demikian ringkasan hasil-hasil yang disetujui oleh para pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan.

Tinjauan Ekonomi

Ketegangan geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina dan perang Timur Tengah berlanjut pada tahun 2024, mempengaruhi sentimen investor dan rantai pasokan. Inflasi global menurun, tetapi tetap lebih tinggi dari sebelum pandemi. Banyak bank sentral menurunkan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan. Meskipun banyak pemilihan UMUM di berbagai negara berlangsung, ekonomi global diperkirakan tumbuh 3,24 pada tahun 2024.

Indonesia mengadakan pemilu nasional pada Februari 2024 dan mengangkat Prabowo Subianto sebagai Presiden baru pada Oktober 2024. PDB Indonesia tumbuh 5,034 pada 2024, didorong oleh konsumsi rumah tangga dan ekspor komoditas. Inflasi menurun dari 2,614 menjadi 1,574 karena stabilitas harga pangan dan pengelolaan aktif Bank Indonesia.

Sekilas perseroan PT Lion Air Bergerak dalam bidang industri peralatan perkantoran dan fabrikasi lainnya dari logam hasil produksi utama yaitu yang pertama adalah perangkat kantor diantaranya peralatan kantor dari sistem dan sistem penyimpanan arsip atau brangkas seperti meja kabinet peralatan penga manan dan keamanan seperti ini yang kedua adalah bahan sistem penyangga kabel atau kabel layer pintu besi, pintu tahan api dan C chanel.

Kinerja Keuangan

Perseroan mencatatkan penjualan sebesar Rp425,42 miliar pada tahun 2024, menurun $5,91x dibandingkan tahun 2023.

Laba kotor yang terkoreksi 12,14 menjadi Rp123,77 miliar, disebabkan oleh penjualan yang lebih rendah dan proporsi proyek dengan margin rendah yang lebih tinggi. Namun demikian, Perseroan berhasil meningkatkan laba bersih secara signifikan menjadi Rp10,57 miliar pada tahun 2024, tumbuh dari Rp6,63 miliar pada tahun 2023.

Total aset Perseroan tercatat sebesar Rp 714,17 miliar menurun 3,874 dari Rp742,89 miliar pada tahun 2023, dan total liabilitas turun sebesar 15,264 menjadi Rp2132 miliar pada tahun 2024 dari Rp251,50 miliar pada tahun 2023.

Perang, di Ukraina dan Timur Tengah masih berlanjut – Perang dagang yang berlangsung sejak 2018 antara
Amerika Serikat dengan Tiongkok yang berlanjut dan di tambah dengan penerapan tarif bea masuk yang tinggi oleh presiden Amerika Serikat Serikat.

” Perdagangan dan investasi global melemah Sehingga pertumbuhan ekonomi global melambat.

“ Pasar keuangan global penuh risiko ketidakpastian. » Over supply global menjadi ancaman terhadap daya saing industri dalam negeri. “

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »