PT Citra Putra Reality TBK Menggelar Rups & Paparan Publik 2024. Per 30 September 2024, Perseroan Berhasil Memperoleh laba Sebesar Rp11,30 Miliar .
Laporan Minarni Djufri.MP
Jakarta – Berdasarkan pengumuman PT Bursa Elok Indonesia (Bursa) No. Pang SPT-00148/BEIWAS/11-2024 tanggal 26 Nopember 2024. terjadinya penghentian sementara perdagangan Saham pada Pasar Reguler dan Pasar Tunai
Penghentian sementara dalam rangka cooling down sebagai perlindungan bagi para investor pada tanggal 26 Nopember 2024.
Penghentian sementara tersebut dilakukan karena terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham Perseroan.
PT Citra Putra Thamrin menggelar acara Publik Expose Insidental Hari Senin Bertempat di Hotel Clay Blora Menteng Jakarta Pusat.(23/12/2024).
Alasan Menyelenggarakan Publik Expose Insidental atas permintaan Bursa Efek
Bursa meminta Perseroan untuk menyelenggarakan Public Expose Insidentil.
Ibu Nany Andriani “Pertama-tama alasan kami menyelenggarakan Public Expose Insidentil pada hari ini dikarenakan hal-hal sbb:
“Berikut adalah paparan ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola Perseroan maupun entitas anak.
Pertama adalah The Stones Hotel, hotel bintang 5 yang berlokasi di Kuta Bali. Hotel ini memiliki jumlah kamar sebanyak 307 kamar dan memberikan lebih dari 9099 kontribusi terhadap pendapatan Perseroan.
Selanjutnya apalah City Hotel. Hotel bintang 2 yang terletak di Jakarta dengan jumlah kamar sebanyak 81 kamar dan dikelola di oleh entitas anak Perseroan yaitu PT Citra Putra Thamrin.
Paparan berikut ini adalah data ringkas mengenai jaringan hotel yang dikelola i Perseroan, serta pencapaian kinerja keuangan dan operasional.

“Kontribusi pendapatan terbesar perseroan berasal dari The Stones Hotel
Bali yaitu sebesar Rp 195.32 miliar sampai dangan September 2024 (belum diaudit). Pendapatan tersebut sudah mencapai 83,53% dari pencapaian pendapatan di tahun 2023 sebesar Rp221.46 miliar.
Clay Hotel memberikan kontribusi sampai dangan September 2024 (belum diaudit) sebesar Rp2.19.miliar Pendapatan tersebut sudah mencapai 8,11 % dari pencapaian di tahun 2003.
Nilai aset per 30 September 2024 mengalami penurunan sebesar Rp6,5 miliar yaitu semula per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp567,73 miliar menjadi Rp561,23 miliar. Penurunan ini didominasi oleh penyusutan atas aset tetap Perseroan.

Liabilitas Perseroan juga mengalami penurunan per 30 September 2024 sebesar Rp17,81 miliar yaitu semula per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp561,76 miliar menjadi Rp543,95 miliar. Penurunan liabilitas Perseroan utamanya disebabkan oleh pembayaran utang bank BRI oleh Perseroan serta penurunan utang pihak berelasi.
Jumlah ekuitas Perseroan mengalami kenaikan sebesar Rp11,30 miliar pada September 2024 yang semula sebesar Rp5,93 miliar per 31 Desember 2023 menjadi Rp17,28 miliar. Perbaikan ini disebabkan oleh Perseroan yang sudah membukukan laba pada 30 September 2024
“Pendapatan sampai dengan September 2024 dibukukan sebesar Rp187,52 miliar sedangkan pada September 2023 dibukukan sebesar Rp159,78 miliar. Kenaikan pendapatan ini disebabkan oleh sudah membaiknya kondisi perekonomian serta banyaknya wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia.
Pada September 2024, harga pokok penjualan sebesar Rp88,64 miliar atau 47,274o dari pendapatan sedangkan per 30 September 2023 harga pokok penjualan sebesar Rp81,21 miliar atau 50,83Y6 dari pendapatan. Dari hasil ini terlihat tidak hanya penjualan yang membaik tetapi Perseroan dapat mengefisiensikan biaya-biaya yang timbul atas kegiatan operasional Perseroan.
Per 30 September 2024, Perseroan berhasil memperoleh laba sebesar Rp11,30 miliar bila dibandingkan dengan 30 September 2023 yang Mendapat laba sebesar Rp3.70 miliar. Perolehan laba tersebut dikarenakan mulai membaiknya kinerja serta efisiensi yang dilakukan oleh hotel serta Perseroan juga telah melakukan restrukturisasi hutang bank BRI yang mengubah suku bunga yang sebelumnya 94 manjadi 78.”

“Kita berlanjut ke rencana Perseroan kedepan Perseroan saat ini masih bertokus pada bisnis Perhotelan serta proyek pembangunan rumah sakit di
Pontianak.
Progress pembangunan rumah sakit saat ini masih dalam tahap perencanaan ulang menyesuaikan dengan UU Kesehatan No. 17 Th. 2023 serta SNI 2019 dan Perseroan juga menargetkan proyek rumah sakit akan selesai dalam 2 tahun ke depan.
“Mata acara terakhir yaitu mengenai analisa manajamen terkait dengan peningkatan harga saham.
Kami menganalisa ada beberapa kemungkinan yang membuat harga saham CLAY bisa naik secara signifikan dalam beberapa hari terakhir Ini.
Peningkatan pendapatan yang diterima oleh Perseroan mengalami
peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu. Pada 30 Juni 2024 Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp107,03 milar sedangkan pada 30 Juni 2023 Perseroan membukukan sebesar 93.09 miliar.Hal ini berlanjut pada 30 September 2024 Perseroan
membukukan pendapatan sebesar Rp187,52 miliar sedangkan pada 30 September 2023 membukukan Rp159,78 miliar.
Mulai dilanjutkannya lagi proyek pembangunan rumah sakit di Pontianak.

