Ketua MUI Jakarta Timur Didi Supandi Tekankan Kerukunan dan Penguatan Ekonomi Umat
JAKARTA — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Timur, ASSC. Dr. KH. Didi Supandi, menegaskan pentingnya memperkuat kemaslahatan umat, kerukunan masyarakat, serta perhatian terhadap kondisi ekonomi warga di wilayah Jakarta Timur dan DKI Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Didi Supandi usai dilantik oleh Ketua MUI DKI Jakarta KH Muh. Faiz dalam acara pelantikan jajaran pimpinan MUI se DKI Jakarta di Balai Kota Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Didi mengatakan, setelah menerima amanah sebagai Ketua MUI Jakarta Timur, pihaknya akan melanjutkan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan dan kemaslahatan umat.
“Yang akan kami lakukan adalah melanjutkan kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan keumatan dan kemaslahatan umat,” ujar Didi.
Menurutnya, persoalan ekonomi masyarakat juga menjadi salah satu perhatian penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama dari para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan di Jakarta.
Ia menilai, pembangunan di Jakarta Timur tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Persoalan ekonomi menjadi penting dan harus menjadi perhatian para tokoh agama, tokoh masyarakat dan ulama,” katanya.
Selain persoalan ekonomi, Didi menekankan pentingnya menjaga keharmonisan dan kerukunan antarwarga. Menurut dia, kerukunan merupakan fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang kondusif.
“Keharmonisan dan kerukunan di antara warga masyarakat, khususnya yang ada di Jakarta Timur dan DKI Jakarta pada umumnya, menjadi hal penting yang harus mendapatkan perhatian dari para ulama, tokoh masyarakat, pimpinan, dan stakeholder yang ada di Jakarta,” tuturnya.
Didi berharap sinergi antara ulama, tokoh masyarakat dan pemerintah dapat terus diperkuat sehingga pembangunan di Jakarta Timur maupun DKI Jakarta dapat berjalan dengan baik.
Ia menegaskan bahwa pembangunan harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat, terutama dalam aspek ekonomi dan kesejahteraan.
“Dengan kerukunan dan keharmonisan, suasana kehidupan masyarakat menjadi kondusif. Dengan kondisi yang kondusif itu, kita bisa bergerak untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi jajaran MUI Jakarta Timur untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun kehidupan keumatan sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera.
Arny
