PT Nusantara Pelabuhan Handal Melaksanakan RUPS dan PE Melalui Daring dan Luring
Laporan MinarniDjufri
Jakarta – PT Nusantara Pelabuhan Handal (NPH) melaksanakan publik expose usai pelaksanaan RUPS yang dilaksanakan di Hotel Double tree Kemayoran,Jakarta Utara, Kamis (26/6/2025).
Hadir dalam public expose Direksi yakni Paul Krisnadi (direktur) Soni Sutanto (Direktur) dan (corporate Secretary) Michelle Widjaya serta peserta PE yang mengikutinya melalui daring dan luring.
Peraturan Bursa Efek mengharuskan setiap perusahaan yang tercatat wajib melakukan public expose tahunan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun, ujar Soni Sutanto dalam paparan awalnya.
Dalam kaitan itu, perseroan telah memenuhi kewajiban penyampaian informasi dan materi sesuai dengan tata cara pelaksanaan public expose yang diatur dalam ketentuan bursa efek, ujarnya.
NPH didirikan dengan nama PT Kharisma Mutiara Agung (KMA) pada tahun 2003.
Tahun 2004 NPH mengambil Alih saham PT Mustika Alam Lestari (MAL), mengakuisisi mayoritas saham PT PBM Adipurusa (ADP) pada Maret 2014.
KMA ganti Nama menjadi NPH mengakusisi mayoritas saham PT Parvi indah persada Juli 2016.
NPH mencatatkan saham perdananya di
Bursa Efek jakarta pada 16 Maret 2017, dan Peresmian Gedung NPH di Tanjung Priok Jakarta 12 Juli 2018.
NPH meningkatkan kepemilikan sahamnya di PT PBM Adi Purusa (ADP)menjadi 83,34% ditahun 2019, PIP Menjual sahamnya di PT Indoport terminal and operator(ITO)2023.
China Merchant port Holding Company masuk sebagai pemegang saham NPH dengan kepemilikan 51% pada 28 Juni 2024.
NPH berdirinya tanggal 29 Desember 2023, Kegiatan usahanya adalah pengoperasian peti kemas, penyewaan, perawatan, dan pengoperasian pelabuhan.
Per 31 Maret jumlah karyawan NPH itu 813 orang, 689 diantaranya status yang karyawan tetap, sisanya 100 adalah karyawan kontrak.
Lokasi Terminal Petikemas NPH Tanjung Priok Tanjung Priok MUSTIKA ALAM LESTARI
Darmaga T3OO » Panjang dermaga 258 m »
Kedalaman kolam 12 m.
Kepasitas 300 ribu TEU/Tahun.
Mulai beroperasi tahun 2004.
PBM Adi Purusa Tanjung Priok.
Dermaga 103-105
Panjang Dermaga 445 m
Kedalaman kolam 12 m
Kapasitas 500 ribu TEU/tahun ,
Mulai beroperasi tahun 1986.
Perusahaan NPH ada di Tanjung Priok, dan area operasi NPH saat ini hanya di Tanjung Priok.
Struktur pemilikan saham perusahaan NPH itu dimiliki oleh China National International Board Integrated Development atau yang sudah melalui dengan CMP.
CMP memegang 51,6 persen. MPC Tautan Investasi memegang 24,2 persen saham NPH, dan Permata Cek Rawal memegang 5,4 persen.
Sisanya sebesar 19,4 persen dipegang oleh BUPI. NPH punya tiga karyawan perusahaan. Yang pertama Mustika Allstars atau UMAL.
NPH memegang 99,99 persen saham UMAL. Dibawah Parvi dan Masadar juga sama 99,99 persen. Di PT Pembangunan Perusahaan NPH memegang 83,34 persen.
Dibawah Parvi ada satu perusahaan yang tidak mengikuti program equipment limited perusahaan di Singapura.
Bisnis NPH sekarang fokus pada terminal operation, engineering dan operating and maintenance.
Terminal operation itu dilakukan lewat 2 perusahaan. Satu PT Mustika Al-Mustarih untuk mengelola Terminal Informasi Internasional. Lalu PT BBM Adi Purusa untuk mengelola terminal domestic.
Mal itu mulai beroperasi tahun 2004, Adi Purusa itu mulai beroperasi tahun 1986. Dan Adi Purusa diambil oleh NPH tahun 2024.Pada dasarnya proses bisnis dikemas sederhana. Kapal datang, petikemas diturunkan ke dermaga.
NPH menetapkan Misi “Kami ingin memberikan pelayanan produktivitas yang tinggi dan harga yang tepat kepada pelanggan petikemas dan kargo melalui sumber daya manusia kompetitif yang aman dan sehat dalam rangka meningkatkan nilai bagi perusahaan.
Menunjukkan hasil positif bagi perseroan. Pada rasio lancar, perseroan memiliki rasio lancar yang sangat baik, di mana perbandingan antara total aset lancar dibandingkan dengan total loyalitas jangka berada di level 2,4 kali. Hal ini mengindikasikan bahwa perseroan memiliki likuiditas yang cukup untuk membayar kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
Sedangkan di level Z itu equity ratio, yaitu rasio hutang terhadap modal, perseroan memiliki rasio hutang terhadap modal yang cukup konservatif, yaitu di level 0,11 kali, yang turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu di 0,13 kali, karena adanya penurunan hutang seperti yang dijelaskan sebelumnya.
Capex di kuartal pertama di 2025 ini tidak ada jumlah insektifikan, hanya ada pembengkapan IPB dan peralatan lapangan yang dengan total sebesar 46 juta rupiah. Recana Capex tahun 2025 ini yaitu sebesar 74 juta rupiah.
