MRAD 2019 Bertema Road To The Whole Journey

MRAD 2019 Bertema Road To The Whole Journey

Mudik juga Haknya Disabilitas*

voctvindonesia.com, Jakarta  Pemerintah belum menjamin pembangunan moda transportasi dan fasilitas publik yang aksesibel bagi disabilitas. Berbagai hambatan ini membuat warga disabilitas kesulitan beraktivitas secara mandiri, termasuk mudik lebaran 2019.

Advokasi Mudik Ramah Anak dan Disabilitas (MRAD) tahun ini akan memfasilitasi 98 disabilitas, 26 anak-anak dan 70 pendamping atau anggota keluarganya untuk mudik ke wilayah Jawa dan Sumatera. MRAD 2019 merupakan media sosialisasi, edukasi, aksi dan riset (SIAR) untuk menghidupkan kesetaraan dan pemenuhan hak-hak disabilitas lewat pembangunan yang inklusif.Bertempat di LAZISMU, Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62*Kamis, 30 Mei 2019, Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kementerian Sosial, LAZISMU dan PLN sebagai pihak pendukung akan melepas para pemudik anak dan disabilitas pengguna kursi roda dan tuna netra pada MRAD tahun keempat ini.Mudik dan Disabilitas (MRAD) menuju Lampung dan Palembang.

Yang mengandung arti integrasi, keseluruhan, kesinambungan dan saling terkoneksi. Selain itu tema ini juga mengartikan bahwa pentingnya terkoneksi antara sarana satu dengan lainnya, jangan sampai ada transportasi akses tapi menuju sarana transportasi tersebut tidak akses.

Artinya ketika sarana transportasi akses, infrastruktur dibawahnya juga harus akses. Karena inilah hambatan yang selama ini di rasakan.

Yang juga jadi perhatian dalam penyelenggaraan Mudik tahun ini adalah UU No 25/2009 tentang Pelayanan Publik. Terutama pasal 29 yang menyatakan ayat (1) Penyelenggara layanan publik wajib memberikan pelayanan dengan perlakuan khusus kepada masyarakat tertentu, ayat (2) Sarana prasarana khusus tersebut dilarang digunakan oleh orang yang tidak berhak.

Namun kenyataannya untuk transportasi umum, pelayanan khusus ini masih belum terlaksana, bagaimana ketika saya mencoba membeli tiket kereta api. Padahal kita berharap aturan ini sudah bisa efektif digunakan, baik dalam layanan online maupun langsung. Yang terjadi disabilitas tidak dapat mengetahui cara mendapatkannya dan belum ada dalam sistem pembelian tiket.

 

Kemarin sahabat kamiyang tunaNetra datang ke Stasiun dan menanyakan langsung, hanya jawabannya tidak bisa dilayani. Petugas paham ketika kami bacakan aturannya, hanya sistem belum mengaturnya.

Selain itu dilapangan ada simbol simbol layanan disabilitas, namun masih perlu ditingaktkan baik layanan, fasilitas dan pelatihan buat petugas petugasnya, jelas Catur pengguna kursi roda paraplegia.

voctv-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *