Perayaan Dharmasanti Trisuci Waisak Nasional 2563/BE Tahun 2019 di Laksanakan di Tennis Indoor Senayan

Jakarta, voctvindonesia.com – Perayaan Trisuci Waisak Nasional 2563/BE Tahun 2019 PERMABUDHI (Persatuan Umat Budhha Indonesia) dilaksanakan di Hall Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, (18/5).

Tampak hadir dalam Perayaan Waisak 2019, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, PERMABUDHI (Persatuan Umat Budhha Indonesia), Anggota PERMABUDHI berjumlah 9(Sembilan) terdiri dari Majelis-majelis agama Budha, Yayasan dan Organisasi Buddist yaitu;Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI), Majelis Buddhayana Indonesia (MBI),Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI), Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Majelis Mahayana Indonesia (MAHASI), Parisada Buddha Dharma Nichiren Shoshu Indonesia (PBDNSI), Tridharma, Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI).

Kegiatan pembukaan Peringatan Waisak dimulai dengan sambutan Ketua Umum PERMABUDHI Arif Harsono, dilanjutkan dengan pencerahan oleh Biksu Sri Pannavaro Mahathera.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa bangsa Indonesia memiliki perbedaan. Dengan perbedaan ini bangsa ini akan maju rakyatnya sejahtera, toleran dan sopan santun dalam kehidupannya. Dalam setiap tindakannya tidak mengganggu orang lain seluruh WNI memiliki kebebasan harus bersandar norma dan moral merupakan kultur budaya bangsa kita.

 

Namo Buddhaya

PERMABUDHI (Persatuan Umat Buddha Indonesia) menyambut dengan gembira, atas terselenggaranya Dharmasanti Trisuci Waisak 2563/BE 2019. Merupakan momentum penting bagi umat Buddha diseluruh dunia, untuk memperingati tiga hal penting dalam kehidupan Sang Buddha, yakni kelahiran, mencapai Pencerahan, dan Parinibbana.

Sebuah kesempatan yang baik untuk kami umat Buddha berkumpul dan merayakan Waisak bersama di Tennis Indoor Senayan, yang dihadiri kurang lebih 5000 umat Buddha dari seluruh Indonesia.

Pada kesempatan yang baik ini, kami umat Buddha Indonesia dalam wadah PERMABUDHI menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelengga raan Pemilihan Umum Serentak pada tanggal 17 April 2019 yang lalu, semoga pada saatnya nanti dapat terpilih pemimpin yang amanah yang dapat membawa kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Ungkapan rasa syukur dan terima kasih juga kami sampaikan, dimana PERMABUDHI sejak diresmikan pada tahun 2018 di hadapan Bapak Presiden, hingga saat ini telah mampu membentuk organisasi PERMABUDHI di 28 Provinsi seluruh Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa Majelis-Mejelis Agama Buddha merindukan adanya persatuan dan kebersamaan untuk berkarya, mendarmabaktikan dirinya demi terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, rukun, damai, dan harmonis.

“Menghormati Budaya Keberagaman untuk Persatuan Indonesia sebagai Wujud Pengamalan Buddha Dhamma” merupakan tema dari Dharmasanti Tri Suci Waisak tahun ini. Tema ini dipilih dengan dasar pemikiran bahwa kebersamaan dalam perbedaan merupakan kunci utama dalam mewujudkan kehidupan yang tenteram dan sejahtera.

Indonesia memiliki berbagai macam kebudayaan, mulai dari bahasa, cara berpakaian sampai cara makanpun berbeda. Perbedaan itu menjadikan bangsa Indonesia mempunyai alasan untuk saling menghargai dan menjunjung tinggi apa yang mereka miliki, terutama Persatuan. Persatuan menjadi kewajiban yang harus disadari oleh setiap anak bangsa, agar dapat memiliki pemahaman yang utuh terhadap keberagaman. Keberagaman dapat mempercantik dan memperkaya
Indonesia.

Tri Suci Waisak merupakan hari besar untuk mengenang kembali perjalanan hidup Sang Buddha. Seluruh umat Buddha senantiasa memberikan makna tersendiri dalam memperingati hari Tri Suci Waisak. Pemerintah Indonesia telah menetapkan Hari Tri Suci Waisak sebagai Hari Raya Keagamaan dan bahkan telah menjadikannya sebagai hari libur keagamaan melalui Keputusan Presiden Nomor 03 tahun 1983.

Hari Tri Suci Waisak pada umumnya jatuh pada purnama sidhi di bulan Mei namun kadang kala bergeser satu bulan. Oleh karenanya melalui Kongres Persaudaraan Sangha se-dunia ke-empat dikeluarkanlah Resolusi Nomor RES/5 tahun 1986, yang menghimbau bahwa untuk menunjukkan semangat persatuan, toleransi dan saling pengertian menyatakan hari Purnama Sidhi di bulan Mei setiap tahun sebagai “Hari Buddha”. Resolusi itu di dasarkan atas semangat persatuan dalam keanekaragaman tradisi Buddha di seluruh dunia.

Tri Suci Waisak akan memberikan makna apabila umat Buddha bersedia merenungkan kembali ajaran Buddha. Menjadikan hari Tri Suci Waisak sebagai sarana untuk introspeksi diri, melihat segala perbuatan sendiri, mengembangkan perbuatan baik, dan mengurangi perbuatan yang tercela bahkan menghentikan nya.

Pada momentum Tri Suci Waisak ini, marilah kita terus mengingat jasa pemimpin bangsa yang telah memberikan sumbangan yang besar dengan pembangunan infrastruktur di berbagai bidang, hal ini akan mendorong pada kemajuan perekonomi an bangsa. Sebagai umat Buddha yang nasionalis, mari bersama kita menjaga keutuhan NKRI sebagai bangsa yang majemuk dalam kesatuan yang kokoh.

Keberagaman inilah yang menjadikan Bangsa Indonesia semakin kuat dalam ikatan Kebhinekaan. Bersama kita selalu waspada untuk menghindari penyebarluasan isu-isu buruk yang berdampak pada perpecahan dan angin tidak segar di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Marilah berbakti kepada negara kita dengan menjadi seorang warga yang taat hukum, menciptakan kondisi yang harmonis, dan taat pajak guna mendukung program pembangunan pemerintah di segala bidang yang hasil akhirnya tetap untuk kesejahteraan bersama.

Selamat Tri Suci Waisak 2563 BE/2019, semoga Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa melimpahkan berkah nan terluhur kepada kita semua.

Semoga semua makhluk berbahagia.

voctv-MNRN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *